Langsung ke konten utama

Generasi Muda, Mari Melek Tradisi dan Budaya

Generasi Muda, Mari Melek Tradisi dan Budaya




Hallo para pembaca yang setia dan budiman. Kalian para generasi milenial? Generasi muda yang katanya kekinian? Generasi muda yang bagaimana sih yang sering disebut-sebut kekinian itu? Mimin mau sharing sesuatu nih, kira-kira seberapakah level kekinian kalian itu?
Zaman sudah berubah gengs, tak lagi seperti dulu. Kebutuhan masyarakat masa kinipun semakin beraneka ragam. Tantangan kehidupan global sudah semakin terasa sekali dampaknya bagi masyarakat. Di zaman yang katanya sudah modern, serba canggih, zaman robotic seperti sekarang ini, kira-kira apa kabar dengan tradisi dan budaya yang ada di sekitar kita? Masihkah terjaga? Masihkah dilestarikan? Atau malah sudah punah, hilang dan tidak ada lagi yang mengenal? Jika ini benar demikian, betapa miris kondisi yang terjadi sekarang ini. Dimana anak-anak muda yang harapannya mampu melestarikan tradisi dan budaya, yang seharusnya mempunyai tanggung jawab besar akan semua itu justru hanyut dan terlena dengan budaya luar yang pada hakikatnya jauh dari jati diri bangsa kita?
Lihatlah betapa anak-anak muda di sekitar kita yang begitu fanatiknya dengan produk-produk luar, mereka menggandrungi seperti drama-drama korea, boy/girl band, lagu-lagu, budaya, kebiasaan hidup yang mereka saksikan lewat sosial media, dan mereka dengan mudahnya melupakan serta acuh dengan budaya yang sebenarnya dekat dengan mereka, ada di sekitar mereka namun tak dianggap dan tidak diketahui eksistensinya.
Yang lebih memprihatinkan lagi, budaya luar tersebut lama kelamaan secara diam-diam telah mampu merongrong para generasi muda, tanpa disadari mulai banyak terjadi kasus degradasi moral, hilangnya rasa malu, senang menebar sensasi demi sebuah ketenaran, keviralan dan popularitas. Banyak terjadi perilaku yang menyimpang dan lunturnya budi pekerti luhur akibat pengaruh negatif budaya luar tersebut. Fenomena ini kemudian mengakibatkan memudarnya nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Sebenarnya hal tersebut dapat diminimalisasi dan bisa dihindari, seandainya kita sebagai generasi muda, bersama-sama menggalakan usaha untuk melek buaya dan tradisi bagi generasi muda. Ya, mereka generasi muda, sebenarnya adalah sasaran utama dan penggerak yang paling bisa diandalkan dalam hal pelestarian tradisi dan budaya, tidak mungkin tradisi dan budaya hanya dilakukan oleh para generasi tua, karena jika begitu tidak akan pernah terjadi regenerasi budaya. Seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia adalah negara majemuk dan sangat kaya akan banyak hal. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari Sabang sampai Merauke, coba saja bayangkan ada berapa banyak pulau berjajar, berapa banyak daerah yang terbentang, dan di setiap daerah tersebut tentunya memiliki budaya tradisi masing-masing dengan keunikan dan ke khasan nya tersendiri. Kalau kita sebagai generasi muda sadar akan hal itu, betapa negara kita sebenarnya tidak kalah dengan budaya yang dimiliki negara lain, jauh lebih banyak, jauh lebih beragam, jauh lebih unik lalu mengapa kita masih lebih suka mengagung-agungkan budaya serta produk-produk luar, lebih suka memuja-muji tokoh luar daripada ratusan bahkan ribuan pahlawan kita yang gugur demi untuk kita yang saat ini bisa hidup bebas, merdeka dan menghirup udara dengan lega.
Hey, buka mata dan telinga gengs, bicara soal budaya dan tradisi bangsa kita sangat kaya. Saking kaya dan banyaknya pernah juga kan terjadi ada beberapa budaya milik bangsa kita diakui negara lain. Kenapa? Karena kita tidak mampu menjaganya, karena kita lengah, sampai mungkin mereka berinisiatif mengakui karena kita sendiri menyia-nyiakan dan tidak peduli. Kalau sudah begini apa yang terjadi, apa yang masyarakat kita lakukan? Marah bukan, kesal, kecewa, mengumpat. Apakah ini bijak? Sangat tidak bijak berlaku seperti ini. Okey sekedar suka dengan drama, boy/girl band, lagu-lagu luar sih nggak apa-apa, tapi kita juga tidak boleh lupa, kita sendiri memiliki tanggung jawab merawat budaya warisan leluhur dan pendahulu kita. Mengapa? Ini penting, karena tradisi dan budaya warisan leluhur tersebut sudah merupakan jati diri bangsa sebagai potensi dasar yang sangat berharga untuk pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia. So, masih nggak mau menghargai tradisi dan budaya? Mau satu per satu budaya kita diambil negara lain secara cuma-cuma dan tanpa kita ketahui? Kalau begitu terus dibiarkan apa kabar kebudayaan Indonesia yang katanya kaya, 50-100 tahun kedepan, apakah masih ada? Jangan harap, kalau kita masih berada di zona nyaman penikmat produk dan budaya luar.
Jangan bangga mengaku generasi muda milenial dan kekinian kalau ditanya budaya dan tradisi saja masih buta dan tak tahu apa-apa. Banggalah ketika kita mampu menujukkan kepada dunia kita adalah bangsa Indonesia, bangsa yang kaya dengan segala budaya dan tradisi yang kita punya. Mari kita sebagai generasi muda yang cinta bangsa dan negara, generasi muda yang berbudi luhur dan bermoral, kita junjung tinggi budaya dan tradisi asli bangsa Indonesia, kita jaga dan lestarikan bersama-sama. Kalau bukan kita generasi muda, lalu siapa lagi, kalau bukan sekarang lalu kapan lagi? Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah dan bergerak, mulai dari hal kecil dari diri sendiri. Salam cinta salam juang, mari atas nama cinta kita sama-sama berjuang. Dengan tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun semoga tulisan ini bermanfaat, ambil hal-hal positifnya dan buang jauh-jauh yang negatif dan sekiranya tidak bermanfaat. Sekian

Komentar